Senin, 17 Oktober 2011

Sajian mengukuhkan persatuan part II

Indonesia itu satu, dan Pancasila itu dasarnya
well...well..well....
Daripada udah kebablasan dengan aktivitas yang lain, mending saya lanjutin kelanjutan dari artikel sebelumnya.

Siapa sih yang gak percaya kalau acara kebudayaan itu bisa membuat orang-orang (re.Indonesia) itu kokoh untuk menjalin persatuan dan kesatuan, dalam artian adalah jika persatuan adalah sebuah proses untuk "menyatukan" perbedaan dan kesatuan adalah bentuk dari kokohnya perbedaan yang dijadikan satu, oke itu hanya dari arti menurut saya. Nah, kenapa saya menuliskan seperti ini? Karena, rasa persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia seakan-akan mulai luntur oleh isu yang beredar diluaran sana, apalagi kalau bukan 'Perbedaan'.

Oke, lanjut cerita pada rangkaian acara IECF 2011 pada hari ketiga, seperti biasa kami (lagi-lagi saya perkenalkan lagi personil yang hadir) berempat yaitu saya sendiri (si Jekk), Rahmanu, Dewi, dan Iwayan. Walau dihari ketiga ini merupakan gelaran terakhir, namun antusias kami dan para penikmat seni tentunya juga masih berkobar, karena tidak ingin menyia-nyiakan momen yang bisa dibilang jarang-jarang diadakan. 

Untuk rangkaian acara di hari yang ketiga ini cukup dibilang spektakular, kenapa? karena dihari ketiga ini juga kami bisa melihat secara langsung kolaborasi dari beberapa tarian daerah asal Indonesia yang dijadikan satu yang berseting di bumi Kalimantan dan menggambarkan bahwa masih ada rasa toleransi diantara mereka (si seniman) meskipun mereka itu berbeda dan perbedaan itulah yang menguatkan mereka bahwa inilah Indonesia. Tak lepas dari itu, tarian-tarian dari daerah lainpun masih menonjolkan sisi seni dan keperkasaan seperti yang saat itu juga yang disajikan adalah dari daerah Lampung, KepRi (Kep. Riau), Riau, Sumatera Barat, DIY, bahkan seniman asal Spanyol pun menyajikan tariannya dengan enerjik.

Acara pun berakhir pada pukul 10.00 wib dengan diumumkannya pula pemenang dari acara IECF 2011 dan penobatan juara dimenangkan oleh Lampung. Di sini lah ada beberapa kalimat yang masih tertanam di kepala yang saat itu disampaikan oleh dewan pengamat (juri) bahwa " Seni tari dari berbagai daerah itu tidak bisa di lombakan, bahwa seni yang dipertunjukkan di sini (re. IECF 2011) adalah gerak, tata tari, dan kematangan tarian yang dibawakan sehingga menimbulkan rasa kecintaan kepada tarian itu sendiri dan membuat perbedaan itu menjadi satu yang tertampung di acara ini".

Inti dari kegiatan itu memang bukan untuk ajang unjuk kebolehan semata namun ajang untuk mempererat tali kesatuan yang mulai pudar di Indonesia ini. Entah bagaimana persepsi orang menilai dari rangkaian acara tersebut, namun sekarang mulai timbulan rasa dalam diri ada rasa yang memang kuat untuk cinta kepada kebudayaan kita sendiri, buka'mata' dengan paradigma yang luas jika kita ini heterogen, bukan satu suku, bukan satu agama, bukan satu kelompok, bukan satu golongan, dan bukan hanya kita, tapi kita itu satu yang memiliki banyak perbedaan. Oh, jika Tuhan saja menciptakan perbedaan di bumi seharusnya kita juga harus dapat menghargai perbedaan yang ada pada dalam khasanah budaya dan adat negeri tercinta Indonesia ini dong!!!!!!!

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sajian mengukuhkan persatuan

Oktober, buat siapapun yang ingin mengunjungi Jogja atau Djogjakarta atau Yogya adalah bulan yang tepat untuk merefleksikan semua pikiran dan kesatuan dalam perbedaan. Kenapa? karena tepat di bulan itu pula kota Jogja berulang tahun, kebetulan kemarin itu ulang tahun yang ke-255, wow..that's wonderful age!

Begini, saya mau menyajikan event yang telah saya tunggu-tunggu dalam tiga hari berturut-turut yaitu "International Ethnic Culture Festival" pada tanggal 7-9 Oktober 2011 di pelataran Serangan Oemoem 1 Maret 1945. Well, awalnya saya gak tahu ini event apaan karena memang diundang lewat twitter oleh teman saya yang bernama Rahmanu yang kebetulan juga dia suka dengan acara cultural beginian, kita satu penikmat seni kali ya? Saya meng-iyakan saja untuk ikut hadir dalam acara itu, ya...memang sih statusnya sebagai penonton, tak apalah.

Saya appreciate sekali dengan kota Jogja yang sering mengadakan acara-acara semacam ini, terlebih lagi budaya mungkin di sini dititikberatkan pada tarian tradisional. Tapi, gak cuma tari tradisional aja sih yang ditampilkan di acara ini, tapi tarian dari negeri nun jauh disana semacam ada peserta dari Spanyol dan Chili ikut terlibat dalam pentas ini.

Hari pertama, kami datang untuk menunjukkan antusias kami dalam acara ini, ya walaupun kami datang berempat sih, saya, rahmanu, dewi, dan dwika yang semuanya adalah teman dari Kopma UGM, tapi kami sangat 'wah' untuk tetap menonton acara ini dari awal pembukaan hingga acara selesai pada malam itu. Sajian yang kami dapat dari acara ini mulai dari tarian Aceh yang sampai kami tertawa karena gerak-gerik dari seorang penarinya yang 'tidak biasa', Jambi, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Chili yang menyajikan tarian berupa parodi yang penyajinya melakukan interasksi dengan seorang penonton, yang terlihat dari tarian dan parodi ini adalah kegombalan dan kejayusannya, namun kami juga alhasil bisa tertawa melihat tingkahnya.

Had a wonderful nite at this time, kenapa?karena emang saya gagap dengan budaya Indonesia sendiri, jangankan budaya dari bagian Indonesia mana...tapi budaya dari lokal sendiri aja gak tahu cui... *tabok diri sendiri*

Hari berikutnya, tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2011 unfortunetly, saya ketinggalan beberapa tarian daerah karena memang saya dan teman (hario) sengaja datang tidak pada jam-jam awal dimulainya sajian kesenian tersebut,

Jumat, 02 September 2011

dreaming in the early morning

hey, I have one question for you (of course YOU, all those whom read my blog, actually). Do you have a dream? yes, have you ever been dreaming about your future ? what was your dreamt when your child? doctor, I thought. So, see now what you are.
gue yakin, seyakin-yakinnya kalau lo pade punya mimpi pengen jadia dokter kan? gak salah lagi kan pernyataan gue?sama, dulu juga gue pengen cita-cita jadi dokter, tapi apa kejadian sekarang berbeda jauh dengan apa yang diimpikan. Eits...tapi gue masih punya mimpi loh, jangan salah. 
Biarpun Failed jadi dokter, gue juga masih bermimpi tentang masa depan, yes it's about future.
mimpi-mimpi gue sekarang ini akan gue selalu ingat dan terus berusa dan berdoa, ya kayak pepatah gitu deh "usaha tanpa doa sama dengan sombong, doa tanpa usaha sama dengan bohong". namun, kalau gue publish mimpi gue disini, gue yakin gue bakal mencapai titik kesombongan yang tertinggi, ya angkuh lah bahasa kerennya. 


oke, ini adalah tulisan gue di pagi buta dikala manusia hampir tertidur pulas, dan yang gue pikir hanya MIMPI tanpa TERTIDUR. selalu capai mimpi-mimpi lo.
give the best for your future pals!
what a day, your dream should come true properly!

Selasa, 30 Agustus 2011

Happy Eid Mubarak 1432 H

I'll say to everyone who celebrated Happy Eid Day.
I hope y'll can forgive my every single mistakes.

Selasa, 26 Juli 2011

Gelandangan berkelas

Terbesit dari perkataan satpam SKK UGM ketika joging, gw bareng temen gw Dimas yang pas joging gw diledek oleh si satpam SKK UGM yang dia berkata dengan sok kenal dan tiba-tiba muncul di belakang kami. Satpam :" kalau sekarang banyak gelandangan Mas..." gw: "(nunjuk Dimas) nih gelandangannya Pak" dimas n gue saling tunjuk. Eh tiba-tiba malah si satpamnya nunjuk gw, satpam : " (dengan melipir dan nunjuk ke gw)". Kebayang deh gw diketawain ama si Dimas.
Gak apa-apa, dari gelandangan gw juga bisa belajar kok, gak layak semua gelandangan itu dicap negatif deh, coba ambil sisi positifnya. Ada pasti kan...? Makanya, orang gelandangan itu terkadang buat kita sebel dengan kerjaannya yang bikin susah negara aja. Liat deh, kalau gelandangan itu sukses dan buat orang semua menganga, apa yang mau dikata?pasti dia gelandangan berkelas.

*kisah helaian daun*

Rabu, 20 Juli 2011

17 Juli 2011

Menurut gue, ini bukan tanggal yang istimewa buat gue. Bukan ultah gue, bukan ultah bokap-nyokap gue juga. Jadi apa?
Gak tau kenapa gue seneng aja memberikan Headline title tanggal, serasa tidak berjudul dan ada sesuatu rahasia. Eitss.. balik lagi kenapa latar belakang gue kasih title itu? Hah, sedikit sharing aja nih ya…di tanggal itu kali pertama gue ‘memimpin’ salah satu NGO (Non-Government Organization) atau bekennya LSM di bidang bantuan pendidikan, bukaaaaann…bukan gue jadi pimpinan tertinggi di organisasi itu, tapi gue diamanahin untuk pegang salah satu acaranya yaitu GS (Garage Sale). Seorang GUE gitu jadi koordinator acara, apalagi ini LSM, emang sih belum diresmiin jadi badan hukum gitu, tapi gue punya ‘cukup’ pengalaman yang agak ‘sedih’ dengan apapun itu diatas pimpinan gue. Ya serasa, ‘agak’ trauma yang  gue harus dihindari.
Jangan neting (negative thinking) dulu deh, sebelum lo baca. Hehe…. Begini singkatnya, gue itu dulu gabung disini berkat Twitter yang emang di Broadcast lewat akun @JogjaUpdate karena di Organisasi itu sedang Open Recruitment dan kebetulan gue nih ketrima di Fundraising Division (baca: Divisi Dana Usaha), mau tau gak NGO-nya itu apa? Future minds Foundation.

Sabtu, 12 Maret 2011

Single Fighter I (lentera jiwa)

Rasa deg-degan dan cemas,pasti itu ada ketika kita akan melakukan sesuatu yang baru dan benar-benar keinginan kita. Itulah saya, saya yang menjadi SINGLE FIGHTER ketika menjadi bekpeker (re. Backpacker) ke lombok-bali. Rasa itu bertubi-tubi merasuki tubuh saya, maklum juga saya kali kedua melakukan backacking dan menjadi SINGLE FIGHTER ini pertama kalinya.


Mencari-cari informasi sebelum keberangkatan itu merupakan hal yang penting untuk travelling apalagi sendiri, benar-benar harus detail dalam semua perjalanannya dan jangan sampai LOST. Kalau sudah gitu ceritanya beda lagi. Mungkin sampai sekarang saya belum bisa posting ini. lol
Repot, repot, repot itu pasti dan tanya sana sini, buka situs mana-mana, cari teman lewat situs atau forum bekpeker semua saya lakukan. Kalau kata tiruannya alm Gusdur sih "gitu aja kok repot!!!" kalau dia masih hidup gue pasti bilang "EMAAAAAANG!!!"


Inilah hari Keberangkatannya, fiuh...berharap kereta yang saya tumpangi tidak sepadat karena pada waktu itu memang lagi ramai-ramainya karena arus mudik-balik lebaran 2010 teringat pula keberangkatan saya itu tanggal 13 September 2010. Kereta yang saya tumpangi yaitu KA Ekonomi Sri Tanjung (pake yang low budget) dari Jogja-Banyuwangi dan kereta berangkat tidak tepat waktu ketika itu kereta berangkat pukul 07.45 WIB.