Kamis, 02 Februari 2012

Be a good driver


Setelah menonton tayangan berita di televisi yang mengabarkan sebuah mobil yang menabrak pejalan kaki di Jakarta yang kabar terbarunya telah menewaskan 9 orang, eh bukan ding 10 orang termasuk 1 orang wanita yang sedang mengandung jabang bayi, hal ini disebabkan oleh seorang pengendara dalam kondisi yang terpengaruh obat-obatan jenis sabu dan ekstasi. Peristiwa ini membuat keprihatinan yang mendalam bagi keluarga korban, tentunya pula si pelaku ini seharusnya mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatan yang telah ia lakukan.
Well, berkaitan itu berdasarkan pengalaman dan kenyataan bahwa kita harus bijak dalam mengendarai kendaraan bermotor yang dapat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Jadi saya akan memberikan cerita bagaimana menjadi good driver pengendara sepeda motor, ya karena saat ini saya sibuk bolak-balik Jogjakarta-Blora menggunakan si Ijo (supra X 100 cc) yang membuat saya cukup kelelahan dan mungkin saya katakana lagi si Ijo pun begitu jika bisa punya rasa.

Rabu, 11 Januari 2012

Outstanding Cepu

Well..well..welcome back hi fellas! Udah lama aja ya rasanya nih gak absen di dunia blogger, setelah sekian lama saya padet jadwal #halah. Tapi iya deh seriusan saya padet dengan jadwal penelitian sebagai mahasiswa penunggu hujan, ini bukan kata-kata kiasan ;)
“Hah?! Penantian juga, Nu setelah 10 bulan lamanya dari Maret-Desember” sahut seorang kakak tingkat ke saya, memang saya menunggu proyekan penelitian ini mengabarkan kabar beritanya.
Desember ini, seharusnya saya bisa pulang kampung atau berlibur bersama keluarga, ah sayangnya itu Cuma harapan sih, but so far buat masa depan juga, saya me-skip waktu-waktu itu, ya lagi-lagi penantian 10 bulan itu yang buat geregetan telah kunjung tiba dan menjadi alasan utamanya sih.

Kamis, 22 Desember 2011

life time achievement (Indonesia's Mothers Day)

Baru kemarin malam si Ibu telepon dan malah saya terkesan egois untuk menyempatkannya berbicara sebentar saja, masalahnya sih biasa gak jauh dari masalah finansial maklum anak kos juga dan belum bisa dikategorikan sebagai orang yang dewasa juga sih :(
Ya, terkadang sepertinya sering juga deh kalau kita yang beranjak besar ini sudah 'agak' melupakan sosok orang tua kita terutama ibu, mungkin mengingatnya ketika kehabisan uang seperti yang saya paparkan pengalaman saya sendiri. Hayooo...ngaku???:))
Tepat di tanggal 22 Desember 2011 ini juga Indonesia merayakan hari kebesaran seorang ibu, ya ibu...mungkin untuk sejarahnya saya pun belum begitu mengerti mengapa di tanggal ini diperingatinya, namun ya saya sih hanya mengikuti tradisi turun temurun dan mengikuti tren saja, gak ada yang salah juga sih menurut saya. Tepat di era globalisasi yang memasuki era dodolisasi ya karena manusia mulai 'didodoli' oleh serangan sosial media yang membuat para users-nya menjadi 'galau' dan siap berubah menjadi generasi galaunesia, blah..berbelit-belit amat sih omongin ini, oke kembali lagi ke topik, jadi karena ada media yang bernama Facebook dan twitter semua status ataupun twit-an orang ramai-ramai  memasangnya dengan kata-kata unik, dari yang sedih hingga yang membuat ngakak seperti twitter yang saya follow milik @sudjiwotedjo yang berisikan kurang lebih begini :
Sehebat-hebat pengalaman penderitaan kaum Ibu, pasti blm pernah ngalami pahit getirnya kejepit resleting ... 
Ah, kalau ini saya mengartikannya sebagai perlawanan pria yang tidak adanya di Indonesia hari Bapak, jadi begini, memang sih kejepit resleting itu sakit :))
Sampai detik ini tulisan dimuat, saya belum sms ibu saya untuk mengucapkan hari ibu, duh...saya juga orangnya bukan yang harus meng-sms ibu saya kalau cuma hari ibu dan minta uang saja, tapi ketika setiap langkahku berhenti dan mulai dalam kebimbangan dalam arah, ibu saya yang membantu saya, saya sms, begitu juga ibu saya ketika dirinya mulai merasa tidak nyaman dengan lingkungan, hanya satu-satunya bisa berbicara kepada saya, maklum anak semata wayang :)
Namun, si ibu pernah berpesan kalau kamu sudah menjadi seorang 'manusia' seutuhnya dia tidak menginginkan apa-apa dari anaknya, cuma dia hanya meminta doa saja dari anaknya, itu sudah lebih dari cukup. Ada satu hal lagi yang membuat saya terdorong untuk memberikan hadiah kepadanya, yaitu pergi haji, entah uang dari mana saya peroleh, dan entah kapan saya bisa, tapi saya tetap berjuang karena si ibu juga sudah mengumpulkan uang tabungannya juga, tapi alangkah baiknya jika uang itu ditanggung sepenuhnya dari saya. Terlalu banyak pesan yang harus disampaikan kepada anaknya oleh seorang ibu, dari ketika anaknya masih kecil yang mungkin sering beberapa dari kita dipukul, dicubit dll. Hingga 'dewasa' mereka tidak lagi memperlakukannya dengan 'kekerasan' namun mereka berpikir, anak-anak mereka bisa belajar dari luar lingkungan kehidupannya di rumah, sampai mungkin mereka berpikir dalam hati "apakah kamu masih mengingat saya, Nak?" atau "harus kah saya dulu yang menelpon/mengingatkan kamu, Nak?" atau juga bisa seperti ini "Mungkin, kamu terlalu sibuk dengan kerjaanmu, semoga kamu sukses suatu saat kelak, Nak. Jadi kamu belum mengabarkan" dan hebatnya, si ibu ini selalu tersenyum. Ada kalimat yang istimewa bagaimana seorang anak sukses:
Ada sosok seorang Perempuan yaitu ibu/istri mereka dimana seorang itu bisa sukses, jagalah martabat kedua sosok hebat itu :)
Baik, tidak hanya untuk hari ini saja saya merayakan kemenangan untuk hari Ibu, namun selamanya, prestasi mereka jauh lebih besar dari siapapun di Bumi, muliakanlah ibumu, Nak. :) 

Minggu, 18 Desember 2011

BeritaSatu.Com - Blog - Sabda Polan-Naya Gonggong 1: Mesuji

BeritaSatu.Com - Blog - Sabda Polan-Naya Gonggong 1: Mesuji

Dulu Prabu Brawijaya V punya dua penasihat spiritual. Namanya Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Keduanya sangat setia. Bahkan menjelang Majapahit runtuh sehingga Prabu Brawijaya V bertapa moksa di Gunung Lawu, dua-duanya turut mendaki. Mereka tweemani si bos ke gunung angker dekat kotanya si akun walikota @jokowi_do2 itu.
Sabda Polan dan Naya Gonggong kali ini mungkin masih punya hubungan dengan abdi kinasih Prabu Brawijaya V alias Prabu Kertabumi. Berarti pemuda seumuran mahasiswa S-1 itu keturunan juru ramal yang sakti. Tapi mungkin masing-masing juga tak punya hubungan apa-apa. Apa salahnya punya nama yang mirip-mirip. Toh di twitland juga banyak nama akun nyaris serupa.

ceritadua mari dinikmati (JAFFJogja)

saya meriviu beberapa perhelatan festival film di Jogja, yang sebelumnya saya tidak tahu keberadaannya *wink* maaf, anak rumahan eh kosan :))
Seperti cerita sebelumnya dibagian ceritasatu, saya akan membahas beberapa film yang sudah saya tonton di JAFF ini.

1. Merupakan sebuah karya dari Teddy Soeriaatmadja berduarasi 76 menit berupa film fiksi. Berikut adalah sinopsisnya : " Cahaya (Raihaanun Soeriaatmadja) adalah seorang gadis 19 tahun yang mencari ayahnya di Jakarta. Ia merupakan lulusan pesantren yang sedang menghadapi masalah pribadi. Cahaya ditinggal oleh ayahnya Saiful (Donny Damara) sejak umur empat tahun. Namun Cahaya mendapati kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang transgender. Kekecewaan pun melanda Cahaya yang awalnya membayangkan ayahnya adalah seorang ayah yang ideal. Pertemuan antara Cahaya dan Saiful di jalan tempat Saiful bekerja kemudian membuka dialog di antara mereka yang terputus selama 15 tahun"

Sabtu, 17 Desember 2011

Murah itu...?

Sekitar pukul 17.00 seperti biasa hal-hal yang mendasar manusia itu dan seperti kewajibannya, bahwa merasakan lapar dan harus makan. Saya, cungil dan Agung janjian di depan kosan cungil untuk melancarkan aksi  bak manusia kelaparan, namun sayang banget waktu itu juga hujan cukup deras dan akhirnya kami menunggu hujan untuk beberapa saat. 

Gak tahu kenapa, sudah hampir 5 tahun hidup dan tinggal di jogja itu kalau makan, pasti saling tanya. "Mau makan dimana?" hal dasar yang memang harus dipertanyakan kembali. *seriusan ini*. Ya, tapi tetap saja perginya ke warung itu-itu juga. Belum pernah mencoba makanan ekstrim gitu. (maksud lho?B2 atau B1 gitu) bukan...bukan itu, ya emang jarang ada aja gitu, nah setelah mengetik ini kepikiran juga "emang apa lagi yang jarang di jogja?". Ah sudahlah...yang penting istilah melawan lapar ya KENYANG :D

Jumat, 16 Desember 2011

HUJATAN

Wow, terimakasih loh sudah membuat saya berjalan dan berproses ke arah yang lebih baik, meski saya termasuk orang yang pasif dan aktif ketika sudah kenal. Tapi kalimat yang cukup membuat saya berproses dari apa yang dibuat. teringat ketika mentoring, ketika kita berada dalam boiling point hal yang terbaik adalah DIAM. Saya memang orang yang gampang terpancing emosinya, namun tindakan kali ini saya akan respon positif dan tenangkan pikiran dulu. 

Baik, terlalu banyak di sosial mediapun nampaknya tidak terlalu baik. Saya sekali lagi berterima kasih telah mengajarkanku berproses :D